Tips Belanja

Kesalahan Menyimpan Sepatu Kulit yang Bikin Cepat Rusak

Kesalahan menyimpan sepatu kulit sering luput dari perhatian. Akibatnya, sepatu kesayangan jadi cepat kusam, berjamur, atau berubah bentuk.

Rak kayu dengan sepatu kulit yang ditata rapi dan shoe tree

Pernahkah Anda membuka lemari sepatu dan mendapati sepatu kulit favorit berjamur atau bentuknya penyok? Padahal sepatu itu jarang dipakai dan sudah dibersihkan sebelum disimpan. Masalahnya sering bukan pada perawatan, tetapi pada cara menyimpannya. Ada beberapa kesalahan menyimpan sepatu kulit yang tanpa disadari mempercepat kerusakan.

Berikut tujuh kesalahan umum dan cara memperbaikinya, supaya sepatu kulit tetap awet meski lama tidak dipakai.

1. Menyimpan Sepatu dalam Keadaan Lembap

Sepatu kulit yang baru dipakai menyerap keringat dan kelembapan dari kaki. Jika langsung dimasukkan ke lemari tertutup, uap air terperangkap di dalam kulit. Jamur akan tumbuh dalam hitungan hari, terutama di negara beriklim lembap seperti Indonesia.

Setelah dipakai, biarkan sepatu di udara terbuka selama beberapa jam. Angin-anginkan di tempat teduh, jauh dari sinar matahari langsung. Jangan mengeringkan dengan hair dryer karena panas berlebih membuat kulit retak.

2. Tidak Memasukkan Shoe Tree

Kulit adalah material yang lentur. Tanpa penopang, bagian atas sepatu akan melengkung dan lipatan di area jari kaki mengeras. Shoe tree dari kayu cedar menyerap sisa kelembapan sekaligus menjaga bentuk sepatu. Jika tidak punya, kertas koran yang digulung bisa menjadi pengganti sementara.

Masukkan shoe tree saat sepatu masih hangat setelah dipakai. Kulit yang hangat lebih mudah mengikuti bentuk penopang.

3. Menumpuk Sepatu Tanpa Pembatas

Lemari sepatu yang penuh sering membuat kita menumpuk sepatu begitu saja. Sol sepatu di atasnya menekan bagian atas sepatu di bawahnya, meninggalkan goresan dan lekukan permanen. Gunakan rak bertingkat atau sekat kain antar sepatu. Untuk sepatu formal, simpan dalam dust bag agar tidak bergesekan dengan sepatu lain.

Cara menyimpan sepatu kulit agar bentuknya tetap bagus sebenarnya sederhana: beri ruang dan penopang.

4. Meletakkan Sepatu di Dekat Sumber Panas

Menjauhkan sepatu dari lantai lembap itu benar, tetapi menaruhnya di dekat radiator, pemanas air, atau jendela yang terkena matahari langsung justru merusak kulit. Panas membuat minyak alami pada kulit menguap, sehingga permukaan menjadi kering dan mudah pecah-pecah.

Simpan sepatu di tempat dengan suhu ruang stabil dan sirkulasi udara yang baik. Lemari kayu dengan ventilasi kecil lebih aman daripada lemari plastik tertutup rapat.

5. Memakai Kantung Plastik untuk Menyimpan

Kantung plastik memang murah dan praktis, tetapi tidak breathable. Uap air terperangkap di dalamnya, menciptakan kondisi ideal bagi jamur. Sebagai gantinya, gunakan dust bag dari bahan kain katun yang disertakan saat membeli sepatu. Jika dust bag hilang, sarung bantal katun bisa menjadi alternatif.

Untuk sepatu yang sangat berharga, pertimbangkan kotak sepatu berventilasi atau kotak kardus yang diberi lubang kecil.

6. Menyimpan Sepatu Kotor dalam Waktu Lama

Debu dan kotoran yang menempel bersifat abrasif. Jika dibiarkan berbulan-bulan, partikel halus ini mengikis lapisan pelindung kulit. Bersihkan sepatu sebelum disimpan, terutama bagian sol dan sela-sela jahitan. Sikat lembut dengan bulu kuda, lalu lap dengan kain microfiber lembap.

Untuk sepatu kulit, jangan lupa merawat dengan conditioner ringan agar kulit tetap lentur. Panduan lengkapnya bisa dibaca di cara merawat sepatu kulit mewah untuk pemula.

7. Mengabaikan Tanda-tanda Kerusakan Kecil

Goresan tipis atau jahitan yang mulai lepas sering diabaikan karena sepatu akan disimpan lama. Padahal, kerusakan kecil berkembang menjadi besar saat sepatu tidak dipakai. Periksa sepatu secara berkala, misalnya setiap tiga bulan. Jika ada tanda jamur, segera bersihkan dengan larutan cuka putih encer dan keringkan di tempat berangin.

Menyemir sepatu sebelum disimpan juga membantu membentuk lapisan pelindung. Namun, waktu menyemir perlu diperhatikan agar hasilnya tidak lengket. Lihat waktu tepat menyemir sepatu kulit mewah untuk panduan lebih lanjut.

Ringkasan

Menyimpan sepatu kulit bukan sekadar menaruhnya di rak. Kelembapan, bentuk penopang, dan sirkulasi udara menentukan umur sepatu. Hindari menumpuk sepatu tanpa pembatas, jangan pakai kantung plastik, dan jauhkan dari sumber panas. Luangkan waktu beberapa menit setiap kali menyimpan sepatu untuk membereskan dengan benar.

Jika Anda ingin memastikan sepatu kesayangan tetap prima, mulailah dari cara menyimpan yang tepat. Untuk sepatu yang sering dipakai, perhatikan juga cara memilih sepatu yang sesuai kebutuhan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sepatu kulit boleh disimpan di dalam kotak aslinya?

Boleh, asalkan sepatu benar-benar kering dan kotak memiliki ventilasi. Jika kotak tertutup rapat, tambahkan lubang kecil atau gunakan silica gel food grade untuk menyerap kelembapan. Jangan menaruh sepatu basah di dalam kotak.

Berapa lama sepatu kulit bisa disimpan tanpa dipakai?

Tidak ada patokan pasti, tetapi sepatu kulit sebaiknya dipakai atau diangin-anginkan setidaknya setiap tiga bulan. Semakin lama disimpan tanpa sirkulasi udara, semakin besar risiko jamur dan kekeringan.

Bagaimana cara mengatasi sepatu kulit yang sudah berjamur?

Bersihkan jamur dengan kain lembut yang dibasahi larutan air dan cuka putih (perbandingan 1:1). Lap hingga jamur hilang, lalu keringkan di tempat teduh. Setelah kering, oleskan conditioner kulit. Jika jamur sudah meresap ke dalam, konsultasikan dengan ahli perawatan sepatu.