Lemari sepatu Anda mungkin menyimpan satu atau dua pasang sepatu kulit yang dulu mengilap, kini kusam dan berkerut halus di lipatan. Kerusakan itu jarang terjadi dalam semalam. Ada kebiasaan kecil yang dilakukan berulang, dan efeknya baru terasa setelah beberapa bulan. Berikut tujuh kesalahan yang paling sering terjadi.
1. Menjemur sepatu kulit di bawah sinar matahari langsung
Setelah kaki basah karena hujan atau genangan air, refleks pertama biasanya menaruh sepatu di teras agar cepat kering. Kulit asli tidak suka diperlakukan begitu. Sinar matahari langsung dan panas dari radiator mengeluarkan minyak alami dari kulit, sehingga permukaannya mengeras dan mudah retak.
Keringkan sepatu di tempat sejuk dengan sirkulasi udara lancar. Buka talinya, angkat lidah sepatu, dan keluarkan sol dalam jika bisa dilepas. Ganti kertas atau kain penyerap di dalam sepatu setiap beberapa jam agar kelembapan terserap merata dari dalam.
2. Memakai sepatu yang sama setiap hari
Kulit butuh jeda untuk kembali ke bentuk semula. Jika sepatu yang sama terus dipakai, lapisan dalam tidak pernah kering sepenuhnya dan lipatan di bagian depan menetap permanen.
- Putar pemakaian minimal dua pasang sepatu dalam sepekan.
- Beri jeda satu hari sebelum dipakai lagi.
- Simpan dengan penyangga agar bentuknya tidak gepeng.
Sepatu yang dipakai bergantian akan jauh lebih awet dibandingkan sepatu favorit yang dipakai terus tanpa istirahat.
3. Membersihkan dengan sabun atau alkohol rumah tangga
Noda membandel sering disikat dengan sabun cuci piring atau dibersihkan pakai alkohol. Bahan-bahan ini terlalu keras untuk kulit. Sabun menghilangkan lapisan lilin pelindung, sementara alkohol menarik minyak dan membuat permukaan kering.
Gunakan pembersih khusus kulit atau kain mikrofiber lembap untuk debu dan noda ringan. Gosok searah, jangan melingkar, dan jangan menyiram seluruh permukaan dengan air.
4. Menyimpan sepatu dalam keadaan masih lembap
Meletakkan sepatu langsung ke dalam kotak setelah dipakai adalah cara cepat memicu jamur dan bau apek. Kulit menyerap keringat, dan kelembapan itu butuh waktu untuk keluar.
Biarkan sepatu di udara terbuka setidaknya satu jam setelah dipakai sebelum dimasukkan kembali ke kotak. Simpan kotak di tempat kering, jauh dari dinding lembap atau lantai beton yang dingin.
5. Terlalu sering menggunakan produk pembersih berbahan dasar air
Produk pembersih berbasis air aman untuk noda ringan, tapi jika dipakai terlalu sering, lapisan alami kulit bisa terkikis. Setelah dibersihkan dengan air, oleskan kondisioner atau krim perawatan tipis agar kulit tetap lentur.
Perawatan kulit sepatu lebih mirip merawat kulit tubuh: bersihkan, beri kelembapan, lalu lindungi.
6. Mengabaikan bagian dalam sepatu
Perhatian hampir selalu tertuju pada bagian luar. Padahal bagian dalam yang lembap dan kotor mempercepat kerusakan lapisan, memicu bau, serta mengurangi kenyamanan. Taburkan sedikit soda kue di dalam sepatu, diamkan semalaman, lalu bersihkan keesokan harinya. Lakukan ini setiap beberapa minggu, terutama di musim hujan.
7. Menyimpan sepatu tanpa penyangga bentuk
Sepatu kulit tanpa penyangga akan kehilangan bentuknya, terutama di bagian tumit dan ujung depan. Gunakan shoe tree kayu yang bisa menyerap kelembapan, atau setidaknya gulungan kain lembut yang mengisi bagian dalam sepatu.
Cara merawat yang lebih aman
Setelah memahami kesalahan di atas, perawatan rutin bisa disusun lebih rapi. Urutan berikut bisa Anda jadikan kebiasaan mingguan:
- Bersihkan debu dengan kain mikrofiber kering setiap selesai memakai sepatu.
- Beri krim perawatan tipis sebulan sekali, atau lebih sering jika sepatu sering terkena air.
- Simpan dengan shoe tree di tempat sejuk dan berventilasi.
- Cek bagian dalam setiap dua minggu dan beri soda kue bila perlu.
Untuk panduan yang lebih lengkap, Anda bisa membaca cara merawat sepatu kulit mewah agar awet yang membahas langkah-langkahnya secara berurutan.
Kesalahan-kesalahan di atas umumnya terjadi karena kita ingin sepatu cepat bersih atau cepat kering. Kulit justru berterima kasih pada perawatan yang pelan dan konsisten. Semakin sering menghindari kebiasaan keliru, semakin lama sepatu kesayangan Anda menemani langkah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah sepatu kulit boleh dibersihkan dengan tisu basah?
Tisu basah umumnya mengandung alkohol atau pewangi yang bisa mengeringkan kulit. Untuk noda ringan, gunakan kain mikrofiber yang sedikit lembap, lalu keringkan dengan kain kering.
Seberapa sering sepatu kulit perlu diberi krim perawatan?
Untuk pemakaian normal, sebulan sekali sudah cukup. Jika sepatu sering terkena hujan atau debu, beri krim lebih sering, misalnya setiap dua minggu, agar kulit tidak kering.
Apakah shoe tree harus selalu dari kayu?
Kayu lebih baik karena bisa menyerap kelembapan perlahan dan membantu mempertahankan bentuk. Jika belum ada, gulungan kain lembut atau kertas tebal bisa menjadi penyangga sementara.